Mengurangi Bau Mulut Selama Saum

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

ALLAH SWT menciptakan organ tubuh dengan sangat sempurna dan masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri. Dari sekian organ tubuh yang tercipta di antaranya gigi yang memiliki peranan penting, yaitu untuk fungsi menggigit, mengunyah, menahan otot pipi, dan kepentingan estetik. Bagaimana jadinya kalau seorang bintang film yang sangat cantik tiba-tiba giginya ompong?

Sudah tentu gigi/mulut merupakan pintu gerbang utama. Dengan adanya gigi, manusia bisa makan enak, bisa tidur nyenyak, bisa senyum dan menikmati kegiatan sehari-harinya dengan penuh kenyamanan. Dengan situasi ini manusia menuju mensana in corporesano dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula.

Bentuk anatomis gigi permukaannya tidak rata/berbonjol-bonjol. Dengan demikian memudahkan berbagai jenis makanan menempel atau melekat erat pada permukaannya yang lambat laun akan mengeras sehingga timbul pula yang dinamakan karang gigi atau plak. Plak ini akan mengiritasi gusi sehingga timbulah apa yang disebut gingivitis.

Gingivitis dalah peradangan gusi yang dikarenakan iritasi dari karang gigi. Dengan gingivitas, gusi akan dengan mudah berdarah bila tersentuh sikat gigi, tusuk gigi atau bahkan dengan kumur-kumur air saja kadang berdarah. Dengan demikian, sang pemilik gigi harus secara ekstra memelihara giginya dengan baik yaitu dengan menggosok gigi sehari 3 kali, minimal 2 kali sehari, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Mereka dianjurkan tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis/lengket.

Kalau saja sang pemilik gigi tidak memerhatikan kebersihan mulut dan giginya, karang gigi akan dengan mudah melekat pada permukaan gigi dan akan timbul masalah atau keluhan sang pemilik.

Seperti napas tidak segar atau bau mulut, apalagi di bulan yang penuh rakhmat ini. Yang bebas karang gigi saja atau yang gigi- giginya bagus atau tidak berlubang pasti pada bulan Ramadan napas pun kurang segar. Dalam soal ini Nabi Muhammad bersabda, “Napasnya orang yang sedang berpuasa itu wanginya seperti minyak kesturi di surga.” Itu hanya sebagai suatu perumpamaan atau mengukur tingkat keimanan seseorang yang sedang berpuasa.

Bagi sang pemilik gigi yang banyak karang giginya harus segera membersihkannya dengan alat khusus agar napasnya menjadi segar. Insya Allah di samping sehat, wanginya pun sampai ke surga. Subhanallah.

Lalu apa jadinya bila sang pemilik gigi tidak memerhatikan kesebersihan atau kesehatan gigi dan mulutnya? Keadaan-keadaan tidak bersahabat akan muncul kemudian, seperti (1) Dengan banyaknya karang gigi, napas menjadi tidak segar atau bau mulut atau halitosis. Gusi mudah berdarah dan tidak percaya diri.

(2) Bila karang gigi dibiarkan terlalu lama akan mengakibatkan jaringan pengikat gigi atau membran periodontal hancur sehingga gigi menjadi goyang kadang timbul suatu pembengkakan (periodontal abses) sampai terlepasnya gigi dari tempatnya (vulsi). Kondisi ini dapat diperparah penyakit lain seperti diabetes melitus.

(3) Muncul pula karies gigi atau lubang gigi sebesar apa pun lubang gigi harus segera ditambal. Jangan sekali-kali membiarkan lubang gigi terlalu lama karena sisa makanan akan menumpuk apalagi sampai berdenyut atau bengkak karena akan menyebabkan lamanya waktu kunjungan dan mahalnya biaya perawatan. Karena ketidaktahuan atau rasa takut sang pemilik gigi, lama-kelamaan mahkota gigi akan hancur dan tertinggallah sisa akar gigi yang harus dicabut pula.

Dari sekian akibat yang dapat ditimbulkan, hanya karena karang gigi yang dibiarkan terlalu lama atau gigi dengan banyak lubang yang merupakan tempat timbunan sisa makanan. Lalu apa yang mesti dilakukan oleh sang pemilik gigi tadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau dengan kata lain pencegahan atau preventifnya, mengurangi holisitas atau bau mulut selama Ramadan ini?

Yang perlu diperhatikan adalah, (1) Ada atau tidak ada keluhan, datangilah dokter gigi Anda setiap 6 bulan sekali; (2) Banyak karang gigi segera bersihkan dengan alat khusus; (3) Ada lubang gigi atau karies gigi segera lakukan penambalan; (4) Bila susunan gigi tidak rata atau karehol, buatlah kawat gigi atau behel; (5) Bila gigi ada yang ompong segera membuat gigi palsu; (6) Bila gigi bungsu tumbuh miring segera lakukan pencabutan;

Demikian info sehat di bulan Ramadan serta berlaku selamanya yang bisa kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi khalayak pembaca. (Drg. R. Ginandjar, A.M.)***

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: