Gigi Sensitif, Perlakuan dan Perawatannya

sumber: http://www.pdgi-online.com

Dalam kegiatan sehari-hari manusia tidak akan terlepas dari hal-hal berikut; makan, minum, tersenyum, tertawa dan cemberut.

Tentunya semua itu tidak terlepas dari peranan gigi geligi yang berfungsi untuk mengunyah makanan, menahan otot wajah juga untuk kepentingan estetik/ penampilan wajah seseorang. Banyak pasien mengeluh kepada dokter gigi dengan keluhan gigi terasa ngilu/linu bila minum air dingin, ketika bernafas/pada saat musim dingin atau ketika mengunyah makanan, terhadap rasa asam/manis. Keluhan-keluhan itu mencirikan gigi pasien termasuk sensitif. Pada beberapa kasus, perawatan gigi sensitif berhasil ditangani dokter gigi dengan cukup memuaskan.

Kenapa gigi menjadi sensitif?

1. Dari hasil penelitian para ahli di USA, sebanyak 50-90%, penderita memberikan tekanan besar/berlebih pada saat menggosok gigi. Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.

2. Oral hygiene/keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan “rumah” tinggalnya berjuta-juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi gusi sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak “segar”.

3. Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia) dapat pula terjadi pada individu-individu tertentu. Keadaan ini pun akan menjadikan gigi menjadi sensitif.

4. Food impaksi/penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan gigi dengan gigi/kontak gigi. Sisa makanan ini menyusup masuk melalui leher gigi dan sulit terjangkau sikat gigi sehingga akan sulit dibersihkan, lama kelamaan penumpukannya akan semakin banyak, menekan saku gusi semakin dalam dari keadaan normal.

Timbul sakit hilang timbul atau terus menerus sampai timbul lubang gigi pada pertemuan antara gigi tersebut. Bila keadaan ini dibiarkan berlarut-larut gigi akan semakin keropos dan hancur.

Bagaimana mencegah gigi sensitif (sensitive teeth)?

Untuk mencegah gigi menjadi sensitif, kuncinya adalah mengurangi tekanan berlebih saat menggosok gigi, memakai sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang tidak keras dan menggosok gigi dengan cara yang benar.

Kebanyakan pasien yang mengalami kasus-kasus di atas dikarenakan kebiasaan menggosok gigi yang salah, yaitu dengan memberikan tekanan berlebih saat menggosok gigi. Harapannya dengan memberikan tekanan berlebih akan diperoleh gigi putih bersih tapi yang didapat adalah penurunan gusi (resesi gigiva) sehingga akar giginya akan terlihat atau bahkan timbul lubang gigi pada akar gigi di sekitar leher gigi. Kebiasaan menggosok gigi seperti di atas sangat sulit dihilangkan oleh pasien. Tetapi apapun alasannya kebiasaan buruk tersebut harus dihilangkan.

Pada kasus-kasus di atas sangat disarankan menggunakan sikat gigi elektrik (electric tooth brush/ plaque remover). Pada sikat gigi elektrik terdapat “sensor” tekanan, yang berfungsi menghentikan gerakan sikat gigi bila terjadi tekanan berlebih saat menggogok gigi. Atau menggunakan model sikat gigi elektrik lain yang memberikan lampu peringatan/bunyi ketika menggosok gigi terlalu kuat.

Upaya pencegahan penyakit periodontal sangatlah penting diterapkan guna mencegah hal-hal yang tidak diharapkan terhadap keselamatan gigi dan jaringan gusi. Harus diingat, bahwa lamanya menggosok yang dianjurkan adalah antara 2-3 menit dan menjangkau semua permukaan gigi, menggunakan sikat gigi yang memenuhi syarat serta cara menggosok yang benar dengan menggunakan pasta gigi yang sesuai selera.

Kebanyakan pasien menggosok gigi kurang dari 45 detik, sungguh waktu yang sangat singkat untuk memperoleh hasil kebersihan gigi dan mulut yang optimal. Dengan waktu menggosok gigi yang sangat singkat tentunya ada daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh sikat gigi sehingga menimbulkan pengendapan atau penumpukan sisa-sisa makanan sehingga timbullah apa yang disebut plak atau karang gigi.

Pengobatan gigi sensitif

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan bagi penderita yang memunyai gigi sensitif adalah;

1. Menghilangkan kebiasaan buruk menggosok gigi dengan tekanan berlebih.
2. Menggosok gigi dengan cara dan waktu yang tepat.
3. Memakai jenis bulu sikat gigi yang lunak/soft tidak menggunakan bulu sikat yang sudah rusak.
4. Menggunakan pasta gigi yang mengandung zat strontium chloride/ potassium nitrate/ fluoride atau berkumur-kumur dengan obat kumur yang mengandung zat-zat di atas. Menurut para peneliti zat ini mampu membentuk ikatan kristalisasi serta menutupi porus-porus pada permukaan mahkota gigi yang banyak pembuluh syaraf (tubuli dentin)/ permukaan akar gigi yang terbuka, sehingga dapat menghilangkan keluhan-keluhan gigi sensitif.
5. Pada keadaan akar gigi yang terbuka/sudah timbul lubang pada leher gigi seyogianya dilakukan penambalan.
6. Pada kasus mahkota gigi/email gigi tipis (hypoplasia enamel) biasa dibuatkan mahkota jaket.
7. Menggunakan compound oxalate atau dengan bonding agent untuk menutupi porus-porus/tubuli dentin.

Dengan banyaknya kasus-kasus di atas sudah selayaknya pasien yang memunyai keluhan yang sama, senantiasa memerhatikan langkah-langkah yang telah diterangkan. Insya Allah dengan menegakkan disiplin dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut segala keluhan Anda akan berkurang atau hilang, aktivitas pun akan lancar.***

Oleh Drg. H.R. GINANDJAR A.M.
Penulis adalah dokter gigi di RS Al Islam Bandung.

Comments are closed.

%d bloggers like this: